Saya merasa akhir-akhir ini karir saya ada di persimpangan jalan. Saat ini saya adalah professional di bidang Information Technology yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur di sebuah perbankan. Namun setelah saya menempuh pendidikan Master Manajemen saya merasa sangat menikmati keilmuan di bidang keuangan apalagi dengan maraknya trend di bidang syariah dan mikro. Salah seorang pengarang yang bernama Alboher yang telah mengarang One Person/Multiple Careers: A New Model for Work/Life Success, dalam interviewnya dengan Susan Associate Editor Business Week bercerita mengenai cara menjalani beberapa profesi.
Menurut Beliau seorang slash (istilah orang yang beralih karir) berusaha mencari keseimbangan agar mereka tidak kelelahan atau kehilangan minat pada pekerjaan pertama mereka. Sebagai contoh seorang art dealer yang juga instruktur Pilates dan sutradara teater yang juga seorang programmer komputer. Ada juga orang yang berganti karir karenan ingin "bercerai" dari pekerjaan pertamanya. Dengan kata lain kecintaannya pada karir pertama sudah lenyap.
Alasan utama para slash ini tidak memburu ketertarikan-ketertarikan sepenuh waktu adalah masalah keamanan dari sisi finansial. Sulit melepaskannya ketika Anda berusaha mempelajari sesuatu yang baru dan Anda tidak yakin hal itu akan lebih dari sekadar hobi yang dipuja-puja. Beberapa menyukai apa yang mereka kerjakan, tapi ingin lebih sedikit melakukaknnya. Jika mereka dapat menambahkan dimensi lain dalam kehidupan mereka, itu dapat mengobarkan kembali ketertarikan atas pekerjaan utama mereka.
Di dunia korporasi, banyak orang hanya memberikan komitmen 80% dari waktu kerja mereka dan melihat kalau-kalau ada ruang untuk melakukan hal lain. Ada juga orang yang menerapkan waktu kerja secara fleksibel. Konsep bekerja paruh waktu agar sempat melakukan hal lain memang masih baru, tapi makin banyak diterima. Anda juga bisa mengembangkan apa yang menjadi kompetensi Anda di perusahaan dan mengubahnya menjadi konsultan atau bergabung dengan lembaga yang menyediakan tenaga professional temporer.
Orang yang memiliki karir seperti ini tidak pernah statis. Enam bulan kemudian mereka sudah berubah, berkembang, serta masuk lebih dalam dan melepaskan sesuatu. Orang-orang seperti ini memang selalu gelisah dan tak pernah berhenti ingin tahu. menjadi seorang slash adalah proses berkembang tanpa kehilangan keamanan dari pekerjaan atau kehilangan percaya diri atas keahlian Anda.
Banyak orang yang saya temui, dengan bekal pendidikan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan pertama, berusaha menambahkan keahlian (slash) terapi pijat, atau Pilates, ataupun program sertifikasi lain. Pendidikan melalui internet dan untuk orang dewasa tengah berkembah pesat. Kini jauh lebih mudah bagi Anda untjk berganti karir dibanding dulu. Keluar masuk kerja sudah menjadi hal biasa. Dulu, keluar kerja seperti kiamat. Sekarang, Anda bisa berwirausaha, kemudian bekerja kantoran, lalui kembali berwirausaha, tanpa takut apa pun.
Kaum muda sama sekali tidak menganggap aneh konsep slash ini. Mereka sudah mengantisipasi kehidupan dan karir tiga dimensi dan banyak hal lain yang agak kabur. Tetapi mereka yang lebih tua butuh persetujuan (dari lingkungan sekitar)untuk bisa hidup seperti ini.
Mungkin Anda tak akan mencapai puncak karir di perusahaan jika Anda ingin mengejar hal-hal lain. Untuk sukses sebagai slash, Anda memang harus berkorban. Banyak waktu luang Anda akan hilang. Ukuran sukses bagi slash adalah ketika aktivitas Anda memiliki bermacam tujuan, bukan hanya satu. Bukan multitasking melainkan tujuan ganda. Ini pendektatan yang memungkinkan Anda bisa menjalankan beberapa hal sekaligus.
Rabu, 05 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar