Minggu, 07 Desember 2008

Apakah Diperlukan Seorang Nabi Untuk Memprediksi dan Menghindari Krisis?

Apakah krisis hari ini dapat diprediksi dan dihindari?

Oleh Joseph E. Stiglitz

Bagi para pemegang kebijakan yang memaksakan kebijakan deregulasi telah menyebabkan kemorat-maritan ini yang beragumanetasi bahwa para pengkritisi melihat dunia dengan pemahaman 20/20. Pastinya para ekonom lebih berhasil memprediksikan masa lalu daripada masa depan. Karena argumentasi ini maka ekonom status quo memberikan argumentasi bahwa krisis berikutnya tidak dapat diprediksikan dan akan berbeda dibandingkan dengan krisis pada hari ini sehingga regulasi yang diberikan tidak efektif bahkan bisa kontra produktif. Para pendukung anti regulasi terlalu jauh menyimpulkan argumentasinya.

Membaca kembali beberapa tulisan saya dalam rangka mempersiapkan publikasi volume ke-2 dari beberapa pekerjaan saya oleh Oxford University Press, Setelah melihat sebuah paper yang ditulis hampir 20 tahun yang lalu, yang mengomentari pada waktu itu baru saja dimulai – sekuritisasi.

Saya sangat kaget dengan apa yang sudah saya tulis. Tulisan tersebut mencari kepastian apakah switching merupakan inovasi yang efisien atau karena pada kenyataannya dimotivasi oleh masalah yang berkaitan dengan corporate governance, di mana ada dua paragraph yang secara spesifik memberikan poin:

“Bukti ketidakkompetenan perbankan yang menyebabkan bencana seperti pinjaman real estat, pinjaman kepada Negara berkembang, pinjaman kepada perusahaan minyak dan gas memberikan kasus yang jelas mengenai ketidakkompetenan perbankan. Kegagalan ini tentunya bisa saja merupakan nasib buruk namun hal tersebut bukan merupakan penjelasan. Hal ini sangat berkaitan dengan insentif yang diasosiasikan dengan korporasi yang memiliki leverage yang tinggi yang beroperasi di dalam lingkungan deposit yang digaransi. Namun masalah yang sebenarnya adalah lebih dari itu dimana paling tidak perbankan telah mendemonstrasikan ketidakpedulian mengenai dua dasar aspek dari risiko yaitu:
o Pentingnya korelasi
o Dan kemungkinan penurunan harga”

Kemudian saya memberikan rekomendasi bahwa begitu sulit untuk mempercayai “rasionalitas” pasar yang terlihat melakukan diskon mengenai kemungkinan sebuah resesi yang utama (mayor). Dan semua ini ditulis sebelum kejadian pinjaman buruk yang diasosiasikan dengan Mexico, Asia timur, Rusia, Brazil dan Argentina.

Saya menjelaskan bagaimana sekuritisasi dapat meningkatkan insentif yang kurang rasional yaitu ketika bank mendapatkan kembali KPR yang mereka berikan, mereka mendapatkan insentif lebih untuk melakukan screening terhadap aplikasi pinjaman. Broker yang mengeluarkan KPR mendapatkan komisi pada pinjaman yang mereka berikan dengan sedikit atau tidak ada akuntabilitas sama sekali terhadap efisiensi pada screening. Insentif mereka hanya memastikan bahwa pinjaman sesual (paper work) dengan prasyarat pada pinjaman. Broker memiliki insentif untuk menemukan seorang appraisal yang akan melakukan appraisal pada sebuah property sesuai dengan prasyarat di paper work tanpa mempertanyakan keabsahannya.

“Pertanyaannya adalah apakah pertumbuhan sekuritisasi adalah hasil dari teknologi transaksi yang lebih efisien atau penurunan pentingnya kualitas dilakukannya screening pada aplikasi pinjaman?”

Barangkali terlalu dini untuk menilai akan tetapi kita seharusnya paling tidak mencurigai alas an yang kedua dibandingkan dengan alas an yang pertama.

Sekarang kita tahu jawabannya. Saya beragumentasi bahwa switching mungkin sebenarya menimbulkan utilisasi yang tidak efisien pada sumber daya finansial dan meningkatkan fluktuasi siklikal.

Seringkali kita melihat dunia melihat melalui bola kristal, memperhatikan ketidakmudahan dalam beberapa hal yaitu masyarakat kita atau ekonomi bergulir. Akan tetapi krisis sebenarnya bisa dihadiri. Saya telah memperingatkan dua puluh tahun lalu akan kebutuhan regulasi pemerintah yang lebih besar pada sekuritisasi KPR. Saya tidak berpikir bahwa prediksi saya terlihat brilliant. Ekonom lainnya juga merasakan hal yang sama. Teori Ekonomi dan pengalaman di masa lampau membuat risiko terlihat jelas. Namun sayangnya seruan untuk memberikan regulasi pada sekuritisasi KPR tidak pernah didengar pada saat itu. Mari berharap bahwa sekarang adalah menjadi berbeda. Krisis berikutnya akan berbeda dari krisis pada hari ini, namun saya akan melihat regulasi yang tepat dan saya ingin melihat bahwa regulasi yang tepat memang terimplementasikan.

Referensi:

Stiglitz, Joseph (1992) “Banks versus Markets
as Mechanisms for Allocating and Coordinating
Investment,” in J. Roumasset and S. Barr (ed.)
The Economics of Cooperation. Boulder: Westview
Press, Inc. (Paper originally presented at a
conference at the University of Hawaii, January,
1990.)

Tidak ada komentar: